Menghormati Mereka Yang Tidak Puasa

Seiring datangnya bulan suci “Ramadhan” di setiap tahun, sudah menjadi langganan timbul polemik tentang menghargai umat yang puasa, pun menghormati bulan suci Ramadhan itu sendiri.

Pemandangan khas selama puasa kita bisa lihat, tampilan warung makan yang di selimuti hijab kain, bahkan beberapa waktu lalu saya melihat lemari pendingin minuman softdrink di salah satu SPBU di tutupi kertas koran. Semua dimaksudkan untuk menghormati mereka yang sedang puasa agar tidak tergoda “Mokel” alias tergoda untuk membatalkan puasanya. Salah satu ormas yang memaksa warung makan tutup selama bulan puasa

Yang menarik tahun ini saat puasa tiba timbul polemik terkait hormat menghormati orang berpuasa, yaitu datang dari statement Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin yang meminta umat yang berpuasa untuk menghormati mereka yang tidak puasa, alhasil menteri di kabinet Jokowi inipun menuai kecaman dari sebagian umat yang merasa ucapan tersebut sudah mengecilkan umat dan Islam, tidak menghargai umat Islam bahkan lebih ektrim lagi sudah melecehkan. Memang Pak Menteri yang satu ini beberapa kali sempat di kecam juga terkait bacaan Al Quran dengan langgam Jawa.

twitter-menteri-agama-lukman-hakim-jpeg.image_

Bahkan Ketua Umum Forum Dakwah Islamiah Jawa Timur, Ali Badri Zaini menilai pernyataan Lukman ngawur. Menurutnya, aturan menghormati ibadah puasa itu, sudah berlaku sejak dari dulu, namun baru oleh menteri agama aturan itu dibalik.

Mendengar berbagai kecaman tersebut, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin meminta klarifikasi kepada Lukman. Din menilai pernyataan tersebut sejatinya bukan untuk mengecilkan umat Islam.

“Saya sudah konfirmasi ke beliau dan itu tidak benar. Saya dari awal tidak meyakini itu pendapat Pak Menteri,” kata Din di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa (16/6).

Lebih jauh, Din menegaskan Lukman hanya bermaksud agar setiap umat beragama di Indonesia bisa saling toleransi. Selain itu, hal ini juga untuk meminimalisir adanya kekerasan yang dilakukan sejumlah pihak yang memaksa untuk menutup warung-warung dengan cara kekerasan.

Oleh karena itu, Din mengimbau agar rumah makan menyesuaikan waktu operasionalnya untuk menghargai umat yang berpuasa. Dengan cara beroperasi menjelang waktu berbuka sampai selesainya waktu sahur.

http://www.merdeka.com/peristiwa/mui-pun-dukung-menteri-agama-minta-hormati-yang-tak-puasa.html

Mari kita merenungkan beberapa ayat dalam Al-Quran berikut:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelumkamu agar kamu bertakwa (Al-Baqarah: 183)

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”. “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” Al ‘Ankabut: 2-3.

Puasa hanya diwajibkan pada mereka yang beriman bukan kepada seluruh kaum muslimin (Orang Islam) agar meningkat derajat keimanannya lebih tinggi menapak pada derajat taqwa (Muttaqin), dan Tuhan akan menguji tingkat keimanan seseorang untuk membuktikan ketaatan hambaNya dalam iman itu sendiri.

Kita membayangkan dalam sebuah ujian di kelas demi menghormati para murid dan mahasiswa yang sedang ujian dan berupaya mendapatkan nilai ujian yang tinggi maka guru ataupun dosen tidak boleh melarang muridnya untuk mencontek alias “Ngrepek”

Siswa harus dibebaskan ujian sebagai upaya melindungi ritual mendapatkan nilai yang tinggi dalam ujian tersebut.

Ibadah puasa sendiri sesungguhnya berbeda dengan ibadah lain dalam rukun Islam, karena yang benar-benar tau riil kita puasa atau tidak hanyalah kita dan Allah saja, beda dengan misal Sholat atau ibadah Haji, jelas terlihat kasat mata.

Mari kita sebagai umat Islam bisa menunjukan bahwa Islam itu adalah Rahmatan Lil Alamin, Rahmat bagi sekalian alam semesta, bukan sebaliknya, apalagi sebagai mayoritas di negeri ini, umat Islam mampu menjadi penyejuk dan pemberi kedamaian di negeri kita tercinta ini

This entry was published on Juni 20, 2015 at 8:15 pm. It’s filed under Coretan Hati and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: